“Mengapa Produk Baru Gagal?”

Pada saat ini tuntutan konsumen terhadap suatu produk berubah secara dinamis.  Perusahaan dituntut untuk selalu menghasilkan produk baru demi memenuhi kebutuhan konsumen yang senantiasa berubah. Terlambat sebentar saja, pesaing akan mengambil peluang itu dan langsung menghujani pasar dengan produk baru.  Di saat seperti itu inovasi produk muncul ke permukaan dan menjadi salah satu strategi yang paling sering diterapkan, khususnya di industri yang padat teknologi.

Kemajuan teknologi yang sangat pesat pun memberi peluang bagi perusahaan untuk menghasilkan produk-produk baru.  Hasil penelitian Cooper (2011) menunjukkan bahwa 27,5% total penjualan disumbangkan oleh produk baru (produk yang berumur kurang dari tiga tahun).  Bahkan di perusahaan inovatif kontribusi penjualan produk baru bisa mencapai 38%.

Walaupun produk baru merupakan suatu keharusan, namun hanya 60,2% perusahaan yang sukses melahirkan produk baru.  Penelitian Cooper juga menunjukkan bahwa hanya satu dari tujuh konsep produk baru yang sukses hingga diluncurkan ke pasar.

Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa ada tujuh hal pokok yang menyebabkan kegagalan  produk baru.

Pertama, produk baru tersebut tidak memiliki keunggulan bersaing, gagal memuaskan kebutuhan konsumen, dan juga gagal membedakan diri secara signifikan dengan produk kompetitor.

Kedua, produk baru tersebut  lemah di tahap awal pengembangan produk, akibatnya perusahaan tidak memiliki informasi yang memadai mengenai studi kelayakan pengembangan produk baru dan konsep produk baru yang unggul.

Ketiga, produk baru tersebut kurang mendapat masukan dan wawasan dari konsumen, sebagai akibatnya produk baru yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Keempat, spesifikasi produk tidak stabil dan lamban dalam penentuan definisi produk. Hal ini bisa disebabkan oleh tim proyek kurang memiliki informasi yang lengkap  di awal proses, sehingga sering terpengaruh oleh informasi baru.

Kelima, perusahaan tidak fokus, hal terjadi di antaranya karena perusahaan tidak memperhitungkan ketersediaan sumberdaya yang ada ketika memutuskan untuk menjalankan proyek, akibatnya kualitas produk baru menjadi buruk.

Terakhir, kurangnya kompetensi, keterampilan dan pengetahuan anggota tim proyek, sehingga menyulitkan pelaksanaan proyek pengembangan produk baru.

Berdasarkan kajian terhadap produk sukses ditemukan 15 kunci kesuksesan pengembangan produk baru, yaitu:
1.    Produk yang unggul dan unik
2.    Produk yang berorientasi pasar
3.    Produk berorientasi internasional
4.    Melaksanakan tahap pra-pengembangan
5.    Memiliki konsep produk yang jelas, tajam, dan mendahului pesaing
6.    Peluncuran produk yang terencana dan terlaksana dengan baik
7.    Struktur organisasi proyek  pengembangan produk baru yang tepat
8.    Dukungan oleh para pemimpin puncak
9.    Mendayagunakan kompetensi inti dan kapabilitas perusahaan
10.    Memilih pasar yang menarik (memiliki potensi profitabilitas tinggi)
11.    Fokus pada proyek yang unggul
12.    Pelaksanaan proyek dikendalikan dengan baik
13.    Kecukupan sumberdaya
14.    Kecepatan pengembangan produk baru
15.    Menggunakan sistem pengembangan proyek baru dengan disiplin

Pengembangan produk baru bukan suatu proses yang trial and error , tetapi suatu proses yang harus dimanajemeni dengan baik dan didukung oleh riset yang mumpuni.  Tentunya proses ini juga memerlukan dukungan dan komitmen dari para pemimpin puncak serta ketersediaan sumber daya.

*Tulisan dimuat di Majalah SWA No. 11 XXIX 23 Mei – 4 Juni 2013. h. 65.

Triono SaputroIr. Triono Saputro, MSi. Direktur Konsultansi PPM Manajemen
TRI@ppm-manajemen.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s